Sunday, August 4, 2013

Puisi - karya F.Moses

Awal dan Akhir

kau awali ceritamu dengan kesedihan
:tentang kemarau panjang sampai penghujung usia
kau tengahi ceritamu dengan kepedihan
:tentang para lelayu yang sampai kini belum terkuburkan
kau akhiri ceritamu dengan kengerian
:tentang makam-makam yang menjadi rata diselimuti aspal
Sementara aku yang mendengarkanmu
:sunyi meratap langit mencari kata-kataNya

Kita Suatu Ketika

Petang ini
adalah celah surgawi kudengar yang mengantar
di kata-katamu
seperti riak air jatuh perlahan-lahan
merembes pada ceking tubuhku
aih..betapa munafik berkata seperti surgawi
sementara aku adalah dosa untukmu!

Belajar

ayah belajar
karena tugas kantornya
ibu belajar
tentang bahan masakan untuk hari raya
kakak belajar
untuk ujian selepas tahun baru
adik juga belajar
di depan televisi yang menayangkan adegan ciuman sepasang kekasih
—karena lima tahun tak bertemu—
gawat!
Puisi karya Chairil Anwar

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih engap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

HAMPA
Kepada Sri yang selalu sangsi
Sepi di luar, sepi menekan-mendesak
Lurus-kaku pohonan Tak bergerak
Sampai ke puncak
Sepi memagut
Tak suatu kuasa-berani melepas diri
Segala menanti. Menanti-menanti.
Sepi.
Dan ini menanti penghabisan mencekik
Memberat-mencekung punda
Udara bertuba
Rontok-gugur segala. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Menanti. Menanti.

TAK SEPADAN
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros.
Dikutuk sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu pun juga pintu terbuka.
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.

DOA
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tak bisa berpaling
Makna puisi
Awal dan Akhir
Tentang kehidupan seseorang yang sepanjang hidupnya diliputi dengann kesedihan dan penderitaan.  Bahkan penderitaan itu bertambah sepanjang betambahnya usia.
Kita Suatu Ketika
Awalnya kita mendapatkan kebahagiaan duniawi yang kita dapatkan dari usaha kita.  Tapi ternyata kebahagiaan itu menimbulkan kepedihan dan pendertaan suatu ketika karena orang yang telah kita sakiti.
Belajar
Kita harus menuntut ilmu setinggi-tingginya.  Karena itu dapat berguna bagi karier dan masa depan kita suatu saat.
Senja di Pelabuhan Kecil
Sepanjang berjjalan menyusuri suatu tempat, kita tidak menemukan seseorang pun untuk menemani kita, sehingga kita hanya sendiri hingga matahari kembali tertidur.
Hampa
Seseorang yang merasakan kesepian di sepanjang hidupnya hingga ia merasa hanya sendiri di dunia ini.
Tak Sepadan
Seseorang yang merasa mendapatkan ketidakadilan dari semua yang telah diterima olehnya selama ini, dengan pengorbanan yang telah ia lakukan.
Do’a
Seseorang yang sedang meminta dan memohon sesuatu kepada TuhanNya, serrta sellalu berserah diri kepadaNya.

0 komentar:

Post a Comment