Thursday, May 12, 2016

DOA MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH UN, USEK, UAS, UJIAN AWAL SEMESTER, AKHIR SEMESTER, UJIAN KENAIKAN KELAS, UJIAN KELULUSAN


DOA MENGHADAPI UJIAN DI SEKOLAH

Berikut beberapa doa dari berbagai Sumber yang dapat kami rangkum yang insya Allah bisa
membawa kita kepada kesuksesan dan kita juga jangan hanya berdoa saja harus di imbangi dengan berusaha, tidak mungkin kesuksesan akan tercapai jika hanya usaha saja tau berdoa saja, kedua hal tersebut harus kita lakukan untuk mencapai kesuksesan yang maksimal.


1. Setelah Shalat maghrib kita dan kedua
orangtua kita membaca surat Al-Ikhlas
sebanyak banyaknya.


2. Sebelum berangkat ujian kita meminta maaf
dan meminta doa restu kepada kedua
orangtua kita dan membaca surat Al-Ikhlas
sebanyak banyaknya.


3. Saat Ujian baca surat Al- Fatihah 1x yang
ditunjukan kepada guru mata pelajaran yang
diujikan.


ada juga doa lain yang bisa kita laksanakan:
1. Membaca Al-Fatihah , Istighfar , Al-Ikhlas,
An-Nas, Al-Falaq dan Ayat Kursi,


2. Doa ketika menghadapi Ujian

Allahummaj'allumi wal imtihanaati
minannasihiina, artinya Ya Allah jadikanlah
belajar & ujianku berada dalam keberhasilan.
Bismillah, Allaahumma ‘allimnii bimaa
yanfa’unii wanfa’nii bimaa ‘allamtanii innaka
antal ‘aliimulkhabiiru


“Ya Allah, ajarilah aku akan segala hal yang
bermanfaat bagiku dan berilah manfaat
semua pengetahuan yang telah aku pelajari.
Sungguh Engkau Zat Yang Maha Mengetahui
dan Maha Bijaksana ”


Doa agar diberi kemudahan

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan.”
“Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”
Shahih Ibnu Hibban no. 2427; Syaikh ‘Abdul Qadir Al Arna’uth menyatakan shahih dalam Takhrij Al Adzkar hal. 106)

وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut. (Shahih Muslim no. 1685)

وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (Shahih Muslim no. 2073)

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim. (Shahih Al Bukhari 7/168)

وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit. (Shahih Muslim no. 2072)

doa supaya dimudahkan ujian sekolah surat al ikhlas


doa sebelum mengerjakan ujian di ajaran islam 
 
 
buku3

buku3buku3 buku3
Allohummarhamnii bi tarkilma'ashii a-badan maa a-bqoitaniiwarhamnii an a-takallafa malaa ya'niinii wazuqnii husnannadhori fiimaa yudliika 'anniiAllohumma badii'assamaawaati wal ardli dzaaljalaali wal ikroom,wal 'izzatillatii laaturoom, As-aluka Yaa Allohu Yaa Rohmaanu, bi jalaalika wanuuri wajhika an tunawwiro bi kitaabika bashoriiWa antuthliqo bihi lisaanii, wa antufakho bihi 'anQolbii wa an tasyroha bihi shodrii, wa antaghsila bihi badanii, fa innahu la yu'iinunii 'alal haqqi ghoiruka, walaa yuutiihi illa anta, walaa haula walaa quwwata illa billahil 'aiyyil 'adhiim.

Ya Alloh, kasihanilah aku dengan meninggalkan maksiat selama Engkau mengekalkan aku dan kasihanilah aku dari menanggung sesuatu yang tidak berguna bagiku. Berilah aku rezeki berupa pandangan yang baik pada sesuatu di mana Engkau ridha kepadaku. Ya Allah, pencipta langit dan bumi, yang memiliki keagungan, kemuliaan, dan kejayaan yang tidak dapat dibayangkan. Aku memohon kepada Engkau, ya Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, dengan keagunganMu dan cahaya WajahMu, semoga Engkau menetapkan dalam hatiku hafalan terhadap kitabMu, sebagaimana Engkau telah mengajarkan kepadaku. Berilah aku rezeki untuk membacanya sesuai yang Engkau sukai, ya Allah pencipta langit dan bumi yang mempunyai keagungan, kemuliaan, dan kejayaan yang tidak terbayangkan. Aku memohon kepada Engkau ya Allah, wahai Dzat yang Maha Pengasih, dengan keagunganMu dan cahaya wajahMu, agar dengan kitabmu Engkau menyinari pandanganku dengannya. Engkau fasihkan lidahku dengannya. Engkau bukakan hatiku. Dan dengannya, Engkau lapangkan dadaku, serta dengannya pula Engkau bersihkan badanku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menolongku kepada kebenaran kecuali Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.“
“Robbisy Rohli Sodri Wa Yassirli Amri Wahlul Uqdatam Millisani Yafqohu Qouli”
Artinya : “Ya Allah, lapangkanlah dada ku, mudahkanlah urusanku, dan lancarkanah lidah ku agar mereka memahami perkataanku.” 

Doa ketika menghadapi Ujian
"Allahummaj'allumi wal imtihanaati minannasihiina,"
Artinya : Ya Allah jadikanlah belajar & ujianku berada dalam keberhasilan.

Bismillah, Allaahumma ‘allimnii bimaa yanfa’unii wanfa’nii bimaa ‘allamtanii innaka antal ‘aliimulkhabiiru.
“Ya Allah, ajarilah aku akan segala hal yang bermanfaat bagiku dan berilah manfaat semua pengetahuan yang telah aku pelajari. Sungguh Engkau Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana ”
 
“Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wa dholaid daini, wa gholabatir rijali”.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita/kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat)”.
“La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dholimin”.
“Tidak ada ilah selain Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”.
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”.
“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.
Membaca surah Al-Insyiroh (Alam Nasyroh), (Q.S. 94 : 1-8).

“Alam nasyroh laka shodrok”,

“Wa wadho’na ‘anka wizrok”,

“Alladzi anqodlo dhohrok”,

“Wa rofa’na laka dzikrok”,

“Fainna ma’al ‘usri yusro”,

“Inna ma’al ‘usri yusro”,

“Faidza faroghta fanshob”,

“Wa ila robbika farghob”.

Artinya : “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”,“dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu”,“yang memberatkan punggungmu”,“dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu”,“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”,“dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.

Doa Kelancaran Lisan oleh Nabi Musa ‘Alaihis Salam

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي, يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Rabbisy syrahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam millisaanii, yafqahu qaulii.”
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”
QS Thaahaa : 25-28

 Doa Memohon Tambahan Ilmu Pengetahuan

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Rabbi zidnii ‘ilmaa.”
“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
QS Thaahaa : 114

Dzikir-dzikir
Dan perbanyaklah berdzikir kepada Allah Ta’ala baik sebelum ujian dimulai maupun sesudahnya:

وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut. (Shahih Muslim no. 1685)

وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (Shahih Muslim no. 2073)

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim. (Shahih Al Bukhari 7/168)

وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit. (Shahih Muslim no. 2072)

SEMOGA BERMANFAAT

0 komentar:

Post a Comment